Suami Sableng: “Boleh cerai, asal tetap bisa dapat ‘jatah’”


Entah apa yang ada dipikiran Donjuan (24). Bayangkan, ketika istrinya minta cerai, dia minta syarat yang tergolong nyeleneh: asal tetap dapat "jatah"!



Syarat itu diajukan ketika Donjuan digugat cerai oleh Karin (22). Awalnya Donjuan menolak. Alasannya, Donjuan takut tidak mendapatkan jatah ranjang dari Karin.

Padahal, Karin begitu ngotot ingin bilang goodbye, sedangkan Donjuan juga begitu ngotot tak ingin pisah. Hal itu terlihat setelah sidang mediasi. Jika Donjuan keluar dengan wajah mesam-mesem, Karin terlihat kesal.


Sebab, Donjuan memberikan syarat berat jika Karin tetap ingin bercerai.

Wong lanang edan. Mosok gelem pegatan pokoke aku kudu sik gelem begituan karo dee (Dasar lelaki gila. Masak dia mau menceraikan asal saya masih mau berhubungan badan dengan dia, red), ungkap Karin kepada pengacaranya.

Wajahnya merengut. Karin menjelaskan bahwa proses sidang mediasi itu berlangsung cukup panas.

Ketika mediator meminta Karin menceritakan alasan gugatan cerai, Donjuan hanya diam.

Reaksinya berbeda ketika Karin sudah selesai bicara. Saya cerita sama bapaknya (mediator, Red) bahwa suami sering memukul saya. Dia juga selingkuh dan tidak pernah memberi nafkah, kata Karin.


Donjuan pun membenarkan dengan mengangguk. Berikutnya, dia berkali-kali meminta maaf dan berjanji tidak mengkhianati Karin.

Namun, pintu maaf Karin sudah digembok dan kuncinya sudah dibuang. Maksudnya, pintu maaf sulit dibuka. Sepurane, aku wis loro ati (maaf, aku sudah terlanjur sakit hati, red)ungkap ibu satu anak itu dengan nada mantap.

Ada pernyataan Donjuan yang membuat Karin jengkel dan orang-orang di sekitarnya tertawa. Apa itu?

Dia mau cerai. Dia juga mau menyerahkan hak asuh anak ke saya. Tapi, setiap minggu saya harus tidur (bercinta, red) sama dia. Karepe opo ngono iku? (Maksudnya apa itu?, red)tutur Karin.


Selama ini, kata Karin, Donjuan sebetulnya kerap memperkosanya di rumah. Untuk menghindari persenggamaan dengan cara terpaksa, Karin sampai mengungsi tidur di kamar ibunya.

Donjuan dan Karin tinggal di rumah orangtua Karin di kawasan Semampir. Nah, sejak sering terjadi pertengkaran dan percekcokan, orangtua Karin akhirnya mengusir Donjuan dari rumah.

Tetapi, Donjuan tidak kalah akal. Dia sering mencegat Karin di depan kantornya, kemudian memaksa Karin berhubungan di hotel melati.

Beberapa kali Karin berontak dan melaporkan Donjuan ke satpam, namun akhirnya Donjuan bebas. Senjatanya, dia selalu membawa bukti akta nikah.

Andai saja sejak dulu dia mau berubah, andai saja dia setia, tentu saya tidak ingin bercerai darinya. Tapi, kok dia selalu menyakitkan hati saya? ujarnya. (jpnn)




Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.