Mitos Tentang 'Kesucian' Wanita
Masih
perawan gak sih? Pertanyaan itu yang selalu menggelayut di pikiran lelaki
ketika akan menikahi calon istrinya. Keperawanan ternyata masih menjadi
patokan, apakah si calon, masih suci atau tidak.
Wanita
dikatakan perawan, jika masih ada selaput dara pada kemaluannya. Selaput dara ini
merupakan selaput membran yang menutupi kemaluan wanita.
Selama
ini, masih banyak angggapan yang menjadikan selaput dara sebagai indikator
keperawanan seorang cewek. Di
mana cewek nggak lagi perawan jika selaput dara mereka sudah robek. Satu mitos lainnya menyebutkan bahwa,
selaput dara akan mengeluarkan darah saat melakukan hubungan untuk pertama kali.
Dilansir
dari laman Women’s
Health berdasarkan
penjelasan dari Fahimeh Sasan, MD, seorang dokter obgyn di The
Mount Sinai Hospital, New
York, inilah fakta-fakta mengenai selaput dara dan keperawanan yang perlu kamu
tahu, biar nggak termakan mitos atau anggapan-angapan yang keliru..
1. Selaput dara itu
penting bagi kemaluanmu
Fakta
pertama tentang selaput dara adalah nggak ada yang bisa memastikan apa fungsi
selaput dara yang sebenarnya. Namun, beberapa ahli menduga membran ini
berfungsi untuk melindungi organ vital ketika masih bayi. Pada masa itu, sistem
kekebalan tubuh masih sangat lemah sehingga rentan mengalami infeksi.
2. Selaput dara tidak benar-benar
menutupi kemaluan
Pada
bayi, kondisi selaput dara cenderung besar dan tebal. Tapi seiring berjalannya
waktu jaringan selaput dara akan menipis, lebar dan terbuka. Hal ini adalah
normal akibat dari beragam aktivitas seperti olahraga, pembersihan atau
kegiatan sederhana seperti berjalan.
3. Selaput
dara robek, bukan hanya karena berhubungan.
Sebagian
besar membran tipis tersebut sebenarnya telah terbuka sebelum berhubungan untuk
pertama kalinya. Hal ini dikarenakan terdapat lubang tipis untuk keluarnya
darah menstruasi. Sedangkan pendarahan dan rasa sakit yang terjadi di malam
pertama, meski kebanyakan dipicu oleh robeknya selaput dara, keluarnya darah
juga bisa terjadi akibat kurangnya pelumasan sehingga bibir atau dinding kemaluan
mengalami luka karena bergesekan dengan kemaluan laki-laki.
4. Banyak yang nggak sadar
selaput daranya robek
Aktivitas
fisik yang berat semacam angkat beban, berkuda sampai benturan keras di bagian
sensitifmu ternyata dapat membuat selaput daramu robek. Terkadang para cewek
nggak menyadarinya. Hal ini dikarenakan robeknya selaput dara bisa terjadi
tanpa mengakibatkan perdarahan maupun rasa sakit.
5. Ada
jenis selaput dara yang kelewat elastis
Jika
ada selaput dara yang begitu mudah rusak hanya karena naik sepeda, maka ada
juga selaput dara yang bahkan tetap utuh meski pemiliknya sudah berhubungan. Beberapa
selaput dara ada yang sangat fleksibel dan elastis. Nggak heran, ada yang nggak
robek saat melakukan hubungan di malam pertama.
6. Selaput dara juga ada
yang abnormal
Selaput
dara yang abnormal (imperforated) atau terpisah adalah kondisi di
mana terdapat dua lubang pada jaringan reproduksi wanita
Sehingga
akan menyebabkan rasa nyeri yang berlebih saat menstruasi. Kasus ini membutuhkan
pembedahan atau operasi kecil untuk memisahkan selaput dara yang memang
berlubang (normal) dan nggak.
7. Tidak relevan
menganggap selaput dara sebagai bukti keperawanan
Padahal
para dokter telah dapat menciptakan selaput dara baru yang dijalankan melalui
metode Labiaplasty untuk mengembalikan hymen wanita
yang telah robek sebelumnya.
Semoga bermanfaat ya…

Tidak ada komentar: