Ssstt…Jangan Asal Pilih. Ini Jenis ‘Sarung’ yang Cocok buat Anda…
Kaum Adam harus
lebih paham dan teliti sebelum memilih 'sarung' yang paling cocok. Mengingat, ada
begitu banyak produk yang beredar di pasaran.
Selain
itu, cara penggunaan yang benar juga perlu dipahami dengan benar supaya tidak
terjadi hal-hal yang tidak diinginkan ketika berhubungan intim dengan
pasangannya.
Pemilihan 'sarung' bisa ditentukan dari maksud dan tujuannya, apakah ingin menghindari
penyakit menular seksual, untuk menunda kehamilan atau bahkan ingin mencegah
kedua hal tersebut.
Alat kontrasepsi ini merupakan pilihan terbaik
nomor dua untuk melindungi diri dari penularan penyakit akibat hubungan
seksual, HIV dan risiko terjadinya kehamilan. Pilihan nomor satu agar terhindar
dari PMS adalah dengan tidak bergonta-ganti pasangan seksual dan setia pada
satu orang pasangan saja. Untuk memaksimalkan penggunaan 'sarung' dan mengurangi risiko
tertular penyakit dan kehamilan, anda harus memilih dan menggunakan kondom
dengan benar.
Dalam pemilihannya, terdapat
tiga kriteria umum yang harus diperhatikan yaitu sensitivitas, kenyamanan dan
kehandalan. Sensitivitas bisa diartikan bahwa 'sarung' harus tipis dan tidak
mengurangi rasa saat berhubungan. Kenyamanan bisa berarti bahwa 'sarung' harus
pas dan nyaman saat digunakan serta tidak mudah sobek atau bocor. Kehandalan
dalam arti 'sarung' yang Anda pilih harus mampu mencegah atau menunda kehamilan dan
juga berpindahnya kuman.
Alat ini bisa disebut
berkualitas tinggi apabila memenuhi ketiga kriteria di atas. Saat ini ada tiga
jenis yang dijual di pasaran yaitu yang berbahan lateks, berbahan kulit
hewan dan bahan sintetis. Ketiganya bagus dan memiliki kelebihan masing-masing.
Yang berbahan sintetis digunakan untuk pria atau wanita yang memiliki alergi
terhadap bahan lateks. Yang sintetis disukai karena umumnya lebih tipis dari
lateks tapi memiliki kehandalan yang sama.
Sangat dianjurkan untuk memilih yang berbahan lateks yang dirancang untuk mencegah penularan penyakit
seksual. Jika belum terlumasi maka pilihlah yang bisa
dilumasi dengan air sebab beberapa jenis pelumas berbahan minyak dapat merusak
kondom.
Cek tanggal kadaluwarsa kondom
sebelum digunakan. Kondom yang lewat kadaluwarsa akan mudah sobek dan bocor
ketika digunakan. Tanggal kadaluwarsa kondom bisa dilihat di kotak atau di
pembungkus. Pastikan untuk memakai kondom yang baru saat akan berhubungan seks
berikutnya DNA jangan pernah memakai kondom bekas. Buka kondom dari
pembungkusnya dengan hati-hati dan pastikan kondom tidak kering dan berlubang.
Pada awal pembuatannya, kondom
berfungsi untuk mencegah terjadinya kehamilan. Orang-orang pada zaman dulu membuat
kondom dari kulit binatang yang efektif mencegah wanita hamil tapi
kekurangannya tidak bisa menyaring bakteri dan kuman. Saat ini kondom telah
berkembang menjadi alat kontrasepsi sekaligus alat proteksi terhadap penyakit
berbagai penyakit kelamin yang menular. Beberapa kondom lain dengan beragam
bentuk malah digunakan sebagai aksesoris seks.
Agar kondom dapat berfungsi
dengan optimal dia harus digunakan dengan tepat dan benar, salah menggunakan
kondom bisa berakibat kondom bocor atau sobek. Berikut ini beberapa langkah
cara menggunakan kondom yang benar.
Masukkan kondom ke penis dengan
membuka gulungan sampai batang penis tertutupi semua. Jangan menggunakan gigi
untuk membuka pembungkus kondom, hati-hati juga dengan kuku yang kadang
menimbulkan sobek kecil di kondom. Beri ruang di bagian ujung kondom saat
memasangnya di penis agar ada ruang untuk sperma ketika ejakulasi terjadi. Jika
tidak, maka tekanan yang timbul dapat menyebabkan kondom bocor.
Gesekan yang terjadi ketika
berhubungan seks menyebabkan timbulnya tekanan berlebih pada kondom. Jadi
pastikan pasangan anda telah terlumasi dengan sempurna. Beri rangsangan yang
cukup kepada pasangan anda sebelum melakukan penetrasi menggunakan kondom. Atau
anda bisa juga menggunakan minyak pelumas yang bermutu baik. Sebaiknya jangan
menggunakan minyak pelumas seperti minyak bayi (baby oil) atau hand-body sebab dapat merusak kondom. Gunakanlah
pelumas berbahan dasar air.
Selalu
hati-hati saat akan melepas kondom dari miss-v. Masalah yang paling sering
terjadi ketika pria menarik penis dari dalam vagina adalah ada sperma yang
kemungkinan tertinggal dan masuk ke dalam vagina. Ketika menarik penis,
peganglah ujung penis bagian bawah dan tariklah penis secara perlahan. Pastikan
ukuran kondom telah sesuai dengan ukuran penis anda untuk mencegah terjadinya
kondom yang tertinggal di dalam vagina.
Pada umumnya, kondom dijual
dengan harga terjangkau dan relatif aman digunakan. Di beberapa tempat kondom
bahkan bisa diperoleh secara gratis. Tidak seperti alat kontrasepsi lainnya
yang butuh waktu untuk mengembalikan kesuburan, pemakaian kondom bisa
dihentikan jika ingin segera memiliki anak. Ketika sudah memilih kondom yang
tepat dan juga telah menggunakan cara yang benar dalam memakainya maka manfaat
yang didapat tentunya akan lebih maksimal.

Tidak ada komentar: