Merasa Ingin Terus-terusan Melakukan 'Itu'? Ini Cara Meredamnya….


Jika anda memiliki kecanduan untuk terus melakukan itu, bisa diartikan sebagai perilaku yang menyimpang. Karenanya, kita perlu mempelajari gejala-gejalanya. Bagaimana sebenarnya kecanduan untuk melakukan itu, dan bentuk-bentuk kecanduannya, serta gangguan-gangguan yang dialaminya.

Masalah terkait seks bisa dimulai dari hasrat yang tidak menyala, sakit saat berhubungan, hingga gangguan pada pria. Gangguan itu dapat diatasi menggunakan obat dan terapi.
Namun, salah satu gangguan yang ternyata tergolong sulit dihadapi adalah kecanduan. 

Kecanduan rupanya sering dianggap bukan merupakan masalah bagi banyak orang. Padahal, bagi penderita dan pasangan hidupnya, gangguan itu bisa sangat merusak. Tidak hanya merusak kehidupan pribadi penderitanya, tetapi juga lingkungan sosial, keluarga, dan terutama pasangan hidup penderita.
Melakukan hubungan bisa menimbulkan kecanduan. Seperti alkohol dan obat-obat terlarang. Saat berkegiatan, tubuh melepaskan senyawa kimia yang membuat tubuh kita menjadi nyaman.
Sejumlah orang menjadi kecanduan untuk mengeluarkan senyawa kimia ini dan menjadi terobsesi untuk mendapatkan lagi dan lagi dan lagi, rasa nyaman yang ditimbulkan. Tubuh pecandu butuh jumlah yang semakin banyak, semakin banyak, dan semakin banyak, yang artinya merasa butuh terus, tak pernah ada puasnya.
Pengidap kecanduan terus berupaya mendapatkannya sebagai upaya untuk melarikan diri dari perasaan yang membelenggu.
Para ahli hanya bisa tahu bahwa pengidap kecanduan itu meningkat tajam tanpa tahu persis jati diri mereka. Dengan terbatasnya layanan pertolongan bagi penderita, para ahli berpendapat jumlah penderita kecanduan itu akan terus meningkat.
Ciri –ciri orang yang kecanduan seks berikut ini:
Tetap memburu kegiatan yang destruktif dan/atau berisiko tinggi, terus berharap akan menghentikan atau mengendalikan apa yang Anda lakukan dan bertindak aktif untuk membatasi kegiatan berbahaya yang Anda lakukan, menggunakan fantasi-fantasi sebagai cara untuk mengatasi perasaan atau situasi sulit, butuh begituan terus-menerus agar selalu merasa nikmat dan nyaman, menderita akibat perasaan yang terus bergejolak di seputar kegiatan itu, menghabiskan banyak waktu guna merencanakan, melakukan, atau menyesali dan melakukan lagi kegiatannya, mengabaikan kegiatan sosial, kegiatan kantoran, dan kegiatan rekreasional yang penting demi itu.
Jika Anda melihat ada salah satu dari ciri-ciri di atas yang terdapat dalam perilaku Anda, langkah terpenting yang dapat dilakukan adalah mengakui bahwa kecanduan adalah suatu problem yang nyata dan tidak bisa hilang begitu saja atau akan hilang dengan sendirinya.
Anda harus memilih sikap bertanggung jawab secara pribadi demi pulihnya gangguan yang bisa jadi sedang Anda alami. Umumnya pengidap gangguan seks memang merasa kesulitan untuk mengubah sendiri perilaku mereka. Namun, setidaknya sedikit demi sedikit Anda harus mampu meminimalisasi perilaku sebagaimana tergambar pada tanda-tanda di atas meski kadang siklus datangnya dorongan untuk mengulangi perbuatan terlalu kuat untuk dilawan.
Seorang terapis profesional dapat membantu Anda untuk memahami apa yang sesungguhnya terjadi dan mendorong Anda mengambil langkah untuk berubah menuju ke gaya hidup seksual yang lebih sehat. Sebaliknya, bila Anda menduga bahwa pasangan hidup Anda adalah penderita kecanduan, , sudah seharusnya Anda membantu untuk mengubah perilaku tersebut.
Sikap mental yang perlu Anda persiapkan untuk diri sendiri adalah, tak seorang pun akan sembuh dari kecanduan kecuali menerima bahwa mereka mengidap suatu gangguan dan ingin berubah. Karena itu, bantulah memperkuat tekad pasangan Anda yang kecanduan agar semakin kuat kemauannya untuk melakukan perubahan.
Perilaku atau bentuk dari kecanduan antara lain menghabiskan banyak waktu untuk menikmati produk-produk pornografi, masturbasi tak terkendali, mempertontonkan alat kelamin pada orang lain, memaksa orang lain berhubungan, pelacuran, teleponan dan lewat internet, perselingkuhan dan mungkin juga berhubungan dengan pasangan yang baru saat itu dikenal.
Akibat dari perilaku kecanduan, antara lain mengalami gangguan yang parah dengan pasangan hidupnya, kehilangan pasangan hidup, kehilangan peluang dalam karier, mengalami kehamilan yang tak diinginkan, terobsesi ingin bunuh diri dan mencoba bunuh diri, terkena penyakit menular seksual. Dari berbagai gejala dan akibat kecanduan dan gangguan, semoga kita semua bisa terhindar dan selalu menjaga kehidupan seks kita ke arah yang sehat dan aman.




Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.